20 Penyebab Terjadinya Banjir Beserta Dampak dan Cara Mengatasinya

Penyebab Terjadinya Banjir – Banjir adalah suatu bencana alam yang telah sangat sering melanda ribuan bahkan jutaan orang di semua dunia.

Tak jarang bencana banjir memakan korban jiwa. Disamping itu membahayakan nyawa, dan tentu banjir pun mengakibatkan kerugian finansial yang tak sedikit.

Ada beberapa jenis penyebab terjadinya peristiwa bencana banjir. Banjir yang diakibatkan oleh hujan deras disebut dengan banjir alami, tentunya hujan deras merupakan alasan banjir yang paling umum.

Disamping itu penyebab alami, banjir pun bisa diakibatkan perbuatan manusia atau hal yang tidak terduga misalnya bendungan jebol.

Penyebab Terjadinya Banjir

penyebab terjadinya banjir
penanggulangankrisis.kemkes.go.id

Biasanya air banjir berasal dari sungai atau akibat yang hujan lebat yang terus menerus. Saat bencana ini terjadi, banyak orang yang kehilangan harta dan benda mereka.

Bahkan sampai memakan banyak korban jiwa. Karena itu, kita harus mengetahui tentang penyebab banjir agar bisa mengambil langkah tepat untuk mencegahnya. DIantaranya Penyebabnya yaitu sebagai berikut:

Penyebab Alami Terjadinya Banjir

1. Curah Hujan yang Tinggi

penyebab banjir
mercubuana.ac.id

Hujan lebat yang terjadi secara terus menerus bisa mengakibatkan penggenangan air di jalan-jalan dan mengakibatkan kenaikan air di beberapa tempat penampungan air.

Air yang bertambah secara mendadak ini bisa mengakibatkan meluapnya air di beberapa daerah dengan ketinggian yang rendah, menenggelamkan beberapa wilayah tersebut.

Daerah pesisir serta wilayah dengan curah hujan yang cukup tinggi lebih rentan terhadap banjir. Beberapa daerah dengan sistem drainase yang tak baik pun sangat rentan terhadap banjir selama musim hujan.

2. Salju Mencair

salju mencair bisa menyebabkan banjir
cerpin.com

Salju yang telah mencair mengakibatkan kenaikan air di setiap bagian dunia. Pada saat musim panas tiba, salju yang telah terakumulasi mencair, mengakibatkan kenaikan air di beberapa tempat penampungan air sekitarnya.

Faktor lain yang dapat dianggap sebagai penyebab banjir yaitu pemanasan global atau global warming.

Peningkatan suhu yang mengakibatkan mencairnya gletser-gletser serta gunung-gunung es. Lapisan es yang mencair ini mengakibatkan kenaikan permukaan laut sehingga terjadi banjir di beberapa daerah pesisir.

3. Gelombang Laut Besar

gelombang besar air laut penyebab banjir
digaleri.com

Ada dua jenis gelombang laut yang bisa mngakibatkan banjir, yaitu gelombang pasang surut air laut serta tsunami. Gelombang pasang yaitu gelombang laut yang diakibatkan oleh gaya tarik matahari serta bulan.

Tsunami yaitu gelombang laut yang diakibatkan oleh gempa bumi bawah laut atau letusan gunung berapi. Kedua gelombang ini bisa bergerak dengan sangat cepat serta tiba-tiba, melenyapkan apapun yang dilewatinya.

4. Angin Ribut

penyebab terjadinya banjir
artimimpi.xyz

Angin ribut bisa mengakibatkan banjir dikarenakan pada umumnya hadir bersamaan dengan angin kencang serta hujan deras.

Angin ribut pun bisa mengakibatkan storm surge, yaitu kenaikan air laut yang diakibatkan oleh terdorongnya permukaan air laut oleh angin. Storm surge ini bisa mengakibatkan banjir di beberapa daerah pesisir.

5. Pendangkalan Sungai/Sedimentasi Berlebihan

Sungai mengalir ke laut pun membawa sedimen serta lumpur. Sesudah melewati jangka waktu yang tidak menentu, lumpur yang telah terakumulasi mengendap di dasar sungai sehingga sungai telah menjadi dangkal.

Pendangkalan yang berlebihan mengakibatkan sungai mudah meluap, terutama selama musim hujan.

6. Tanah Tidak Mamu Menyerap Air

Ketidak mampuan tanah dalam menyerap air, disebabkan oleh jarangnya ditemukan lahan hijau atau lahan yang kosong. Sehingga air langsung masuk ke saluran, danau, sungai, dan selokan.

Air dalam jumla yang sangat banyak dan deras tidak dapat ditampung oleh saluran-saluran tersebut, lalu mengenang dan menyebabkan terjadinya banjir.

7. Daerah yang Datarannya Rendah

Tentu saja daerah yang datarannya rendah akan terkena banjir, karena luapan air akan mengalir ke tempat yang datarannya yang rendah dari dataran yang tinggi, dan karena itu sering terjadi banjir.

8. Salah Kelola Sistem Tata Ruang

Dengan melakukan kesalahan pada sistem kelola tata ruang yang menyebabkan air susah untuk menyerap dan alirannya lambat. Sementara air yang masuk ke daerah tersebut jumlahnya lebih banyak dari yang biasanya dialirkan sehingga mudah terjadinya banjir.

Dengan melakukan kesalahan sistem kelola tata ruang yang mengakibatkan air sulit untuk menyerap dan alirannya lambat. Sementara air yang datang ke daerah tersebut jumlahnya lebih banyak dari yang biasa dialirkan sehingga mudah cepat terjadinya banjir.

Banjir Akibat Perbuatan Manusia

1. Penggundulan Hutan

hutan gundul
www.genmuda.com

Hutan-hutan bisa membantu dalam menyerap air yang berlebihan. Disamping itu hutan-hutan pun bisa membantu menghentikan aliran air.

Dikarenakan kebutuhan manusia yang semakin hari semakin meningkat, pohon-pohon sering sekali ditebang dengan sembarangan.Erosi tanah juga terjadi dikarenakan tak adanya pohon-pohon kuat yang bisa menahan tanah pada tempatnya.

Dikarenakan tak ada yang menahan arus air, sungai pun akan terisi jauh lebih cepat sehingga bisa mengakibatkan daerah sekitarnya terkena banjir. Penggundulan hutan yang sangat ekstrim sering kali menyebabkan banjir bandang.

2. Membuang Sampah Sembarangan

Sampah yang dibuang sembarangan bisa menyumbat saluran air serta memenuhi sungai. Pembangunan jalan, bangunan dan jembatan di sepanjang tepi sungai juga sering sekali mengakibatkan puing-puing tersebar di sepanjang tepi sungai serta di dasar sungai.

Puing-puing serta sampah-sampah itu mengakibatkan ketinggian air sungai meningkat sehingga sungai itu menjadi lebih mudah meluap, mengakibatkan terjadinya banjir di daerah sekitarnya.

3. Reklamasi Lahan

Wilayah tepi sungai & pesisir dipenuhi pasir dan dinding-dinding beton yang dibangun guna membatasi aliran air. Dengan terbatasnya ruang sungai, sungai menjadi sangat mudah meluap serta menyebabkan daerah sekitarnya banjir.

4. Pembangunan Bendungan Serta Waduk

Bendungan buatan manusia dipergunakan sebagai waduk penyimpanan air, pembangkit tenaga listrik, serta pengendalian banjir.

Pada saat terjadi hujan yang sangat deras, ketinggian air waduk bisa meningkat secara signifikan, bendungan akan dibuka pada saat air sudah cukup tinggi guna mencegah air meluap ke bendungan. Melepaskan jumlah air yang cukup berlebihan akan mengakibatkan terjadinya banjir di daerah sekitarnya.

5. Drainase yang Diubah Tanpa Memperhatikan Amdal

Drainase yang diubah tanpa memperhatikan amdal yang terutama pada lingkungan perkotaan. Daerah hutan atau juga rawa yang seharusnya bisa membantu mengurangi terjadinya banjir, dipakai untuk mambangun mall atau lainnya yang bisa menyebabkan merusaklapisan tanah, sehingga akan mudah terjadinya banjir.

Penyebab Banjir yang Tak Terduga

1. Bendungan Jebol

Bendungan bisa jebol apabila pembangunan tak benar atau pemeliharaan yang kurang baik. Disamping itu kesalahan manusia, bendungan pun bisa jebol oleh dikarenakan terjadinya gempa. Bendungan jebol bisa mengakibatkan bencana besar.

Bendungan jebol akan mengakibatkan banjir besar dengan begitu cepat, mengancam jiwa orang-orang yang hidup sekitaran bendungan yang jebol itu.

2. Terjadinya Tsunami

Tsunami adalah salah satu jenis banjir yang sangat besar. Tsunami biasanya terjadi disebabkan oleh pergeseran lapisan lempeng-lempeng bumi. Gelombang tsunami memiliki tinggi yang bisa menyapu daerah-daerah sekitarnya sampai memakan banyak korban jiwa.

Akibat Terjadinya Banjir

Setiap bencana pasti akan menyebabkan kerugian pada wilayah yang terkena bencana, begitu juga saat bencana banjir melanda. Berikut ini beberapa dampak banjir dan cara mengurangi banjir agar tidak berakibat fatal dan parah saat terjadi banjir.

Berikut adalah penjelasannya :

  1. Menyebarnya berbagai macam bibit penyakit
  2. Kehilangan harta benda yang dimiliki
  3. Ladang, tanaman dan lahan pertanian menjadi rusak
  4. Banyak memakan korban jiwa akibat banjir bandang
  5. Fasilitas umum dan sarana prasarana lainnya yang rusak
  6. Jarang air karena sudah terkontaminasi banjir
  7. Pohon-pohon besar yang tumbuh apabila lama terendam akan mati
  8. Dalam jangka panjang, jumlah wisatawan yang berkunjung akan menurun
  9. Pemulihan kembali daerah bencana yang membutuhkan waktu yang lama
  10. Biaya untuk membangun sarana prasarana yang rusak mahal
  11. Terjadi kenaikan harga karena bahan makanan yang sulit didapatkan/langka.

Cara mengurangi dampak banjir

  • Menata daerah aliran sungai sesuai dengan fungsinya.
  • Jangan membuang sampah sembarangan.
  • Jangan bangun rumah atau bangunan di tepi kali
  • Lakukan pengerukan pada sungai
  • Sistem pemantau dan peringatan akan terjadi bencana perlu dibangun pada daerah yang rawan banjir
  • Lakukan penghijauan hutan kembali (reboisasi).

Keuntungan Datangnya Banjir

Banjir yang kita pikir hanya mendatangkan kerugian, ternyata juga mempunyai keuntungan juga di balik musibah ini. Apa saja keuntungannya?

  1. Air tanah akan terisi kembali
  2. Pada wilayah kering, kebutuhan air tercukupi.
  3. Banjir menambah kandungan yang ada di dalam tanah.
  4. Ikan sangat baik berkembang biak di air banjir.
  5. Tambahan kandungan atau nutrisi ke danau dan sungai, sehingga berpengaruh baik untuk industri perikanan.
  6. Penyeimbang ekosistem sungai (air banjir yang tawar).
  7. Air banjir yang melimpah dimanfaatkan oleh beberapa jenis ikan untuk mencari tempat hidup baru.
  8. Setelah terjadinya banjir burung memiliki cadangan makanan yang banyak/melimpah.

Jenis-jenis Banjir Berdasarkan Penyebabnya

Banjir terbagi beberapa jenis yang akan dijelaskan berdasarkan penyebabnya yang akan memberikan informasi mengenai jenis-jenis banjir sehingga akan mudah untuk di cegah sebelum banjir terjadi.

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis banjir berdasarkan penyebabnya :

1. Banjir Kiriman Atau Banjir Luapan

Tidak ada yang tahu gejala atau tanda alam bahwa akan terjadi banjir. Banjir kiriman datangnya secara tiba-tiba. Dan biasanya terjadi secara musiman dan tergantung pada iklim.

Banjir ini tidak berlangsung lama, bisa berlangsung selama beberapa hari bahkan hingga minggu.

2. Banjir Rob (banjir pantai)

Banjir yang biasanya melanda pemukiman warga di dekat pantai ini terjadi akibat pengaruh dari pasang surutnya air laut. Penyebabnya yaitu angin topan dan gelombang pasang laut. Wilayah di Indonesia yang sering terkena banjir rob yaitu Semarang.

3. Banjir Hujan Ekstreme

Terjadinya hujan yang lebat disertai petir dan badai dapat memicu terjadinya banjir huja ekstrim. Beberapa jam setelah hujan biasanya akan datang banjir.

Terlebih wilayah yang tanah bantaran kalinya tidak kuat untuk menahan datangnya air (bantaran sudah lapuk).

4. Banjir Bandang

Banjir bandang terjadi karena hujan yang sangat deras, sementara sunga tersumbat oleh sampah. Dan pada akhirnya air sungai naik dan mengakibatkan banjir.

Banjir ini biasanya tidak berlangsung lama dan akan kembali normal seiring berkurangnya curah air hujan.

5. Banjir Hulu

Jumlah air dari banjir hulu ini hanya sedikit, karena terjadi pada wilayah yang tidak luas, aliran airnya juga cepat. Pemukiman yang tidak jauh dari hulu sungai, biasanya sering mengalami banjir hulu.

Bencana Banjir yang Berbahaya dan Cara Mengatasinya

Bencana banjir yang sudah terjadi sudah hampir diseluruh dunia dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan yang mengakibatkan kerugian bagi semua makhluk hidup yang berada di bumi, semuanya berawal dari erosi tanah yang kemudian menyebabkan terjadinya banjir.

Akan tetapi masih banyak cara untuk mengatasi terjadinya banjir yang dapat dilakukan untuk menanggulangi terjadinya banjir.

Bencana Banjir di Dunia yang Mematikan

Berikut ini penjelasan mengenai beberapa bencana banjir mematikan dan pengendaliannya :

  1. Banjir Cina (1931) yang memakan korban jiwa sebanyak 2500.000 – 3700.000;
  2. Banjir Sungai Kuning, Cina (1887) memakan korban jiwa sebanyak 900.000 – 2000.000;
  3. Banjir Sungai Kuning, Cina (1938) memakan korban jiwa sebanyak 000 – 700.000;
  4. Tsunami Samudra Hindia, Indonesia (2004), memakan korban jiwa sebanyak 235.000 – 280.000;
  5. Taifun Nina yang merusak bendungan Banqiao, China (1975), dengan jumlah korban jiwa sebanyak 231.000;
  6. Banjir Sungai Yang Tse, Cina (1935), memakan korban jiwa sebanyak 145.000;
  7. Banjir Badai St. Felix, Belanda (1530), memakan korban jiwa sebanyak lebih dari 100.000;
  8. Banjir Hanoi dan Delta Sungai Merah, Vietnam Utara (1971), memakan korban jiwa sebanyak 100.000;
  9. Banjir Sungai Yang Tse, Cina (1911), memakan korban jiwa sebanyak 100.000.

Pengendalian Banjir di Dunia

1. Eropa

Untuk mengurangi dampak dari banjir, Perancis membangun waduk-waduk yang diberi nama Les Grans Lacs De Seine. Waduk tersebut berguna supaya tekanan air yang mungkin meluap dari sungai Seine bisa dikurangi.

Thames Barrier juga ikut membantu meindungi kota London dari tingginya air laut. Venesia juga mempunyai tanggul pelindung air laut yang tinggi.

Italia Utara dengan Sungai Adige yang airnya mungkin saja meluap, mempunyai kanal bawah tanah, jadi luapan bisa dialirkan ke danau Garda.

2. Afrika

Nama bendungan ini sudah tidak asing lagi di mata dunia. Ya, nama bendungan Aswan yang sudah berjasa dalam menanggulangi banjir yang terjadi di Sungai Nil.

3. Amerika

Di Manitoba, Kanada, dibangun sistem pengalihan tanggul, sungai dan jalur banjir massal untuk mengurangi dampak dari banjir. Sedangkan New Orleans mempunyai bendungan yang panjangnya sampai mencapai ratusan mil sebagai pengendali banjir.

4. Asia

Pada wilayah kanal besar Cina dan di daerah India, pengendalian banjir supaya tidak sampai ke perkotaan adalah dengan menenggelamkan wilayah pedesaan.


Sekian pembahasan mengenai penyebab terjadinya banjir. Semoga dapat menambah wawasan Anda dan bermanfaat untuk kehidupan/keselamatan Anda.

Tinggalkan komentar